30.6 C
Bogor

Elektabilitas PSI 4,3 Persen, Andika Rosadi Berpeluang ke Senayan

Published:

Jakarta – Survei terbaru Data Riset Analitika menunjukkan elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia () cukup bagus, sehingga sangat berpeluang meloloskan para calegnya ke Senayan.

Hal ini semakin menebalkan semangat para calegnya, termasuk Andika Abdillah Soerya Sapardi Rosadi yang akan bertarung di Dapil Jabar III Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur.

“Alhamdulillah, hasil survei dari beberapa lembaga survei semakin menebalkan semangat kami para caleg PSI. Bismillah,  mudah mudahan bisa meraih suara yang cukup untuk bisa lolos ke DPR RI, ” Ujar Andika.

Meski begitu, adik ipar Raffi Ahmad ini tidak mau jumawa. “Semangat boleh. Tapi jangan takabur. Jangan terlena hasil survey, ” Jelas  Andika.

Adapun elektabilitas Partai Gerindra menempati posisi teratas dengan dukungan mencapai 20,6 persen. PSI yang digawangi putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, berdasar hasil survei terbaru ini, mampu menembus ambang batas parlemen dengan meraih elektabilitas 4,3 persen.

Baca Juga  Launching HPN 2024, Jalan Santai Tokoh-tokoh Pers Nasional Di Bundaran HI
Caleg PSI Dapil Jabar 3, Andika Rosadi berpeluang lolos ke Senayan. Foto: tjahya di ermawan.

“Elektabilitas Gerindra teratas dalam konstelasi pemilu legislatif, dan di jajaran papan tengah PSI diprediksi lolos menuju Senayan,” kata Direktur Eksekutif Data Riset Analitika Nana Kardina dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Gerindra yang merupakan partai utama pengusung pasangan Subianto-Gibran Rakabuming Raka, kata Nana, mengalami lonjakan elektabilitas berkat coattail effect dari pasangan capres-cawapres nomor urut 2 tersebut.

Nana mengatakan, pemilu 2024 yang didominasi oleh kontestasi Pilpres telah membuat partai-partai yang kurang memiliki asosiasi dengan capres-cawapres harus bekerja lebih keras lagi.

Di antara tiga pasangan capres-cawapres, hanya sedikit yang berkaitan dengan partai pengusungnya. Selain Gerindra dengan figur ketua umumnya Subianto, hanya PDIP dan PKB yang cukup memiliki kaitan dengan kandidat Pilpres 2024. PDIP merupakan partai utama pengusung Ganjar-Mahfud, sedangkan PKB menjadi anggota koalisi pengusung Anies-Muhaimin.

Baca Juga  Dedie Rachim Dampingi Presiden Jokowi Bagikan Paket Sembako

PDIP yang berasosiasi kuat dengan figur Ganjar Pranowo masih meraih elektabilitas tinggi, menduduki peringkat kedua sebesar 17,8 persen. PKB dengan ketua umumnya Muhaimin Iskandar meraih 7,8 persen, bersaing dengan Golkar yang elektabilitasnya 8,5 persen.

“Meskipun tidak ada figur Golkar yang maju dalam Pilpres, tetapi mesin politik partai yang selalu menjadi bagian dari pemerintahan itu masih mampu menjaga posisinya bertahan pada peringkat tiga besar,” kata Nana.

Hanya saja, harus diakui keunggulan PKB yang mampu mendekati elektabilitas Golkar.

“Di antara anggota Koalisi Perubahan, hanya Cak Imin yang diasosiasikan dengan partai pengusungnya, sedangkan Anies Baswedan tampak lebih independen,” kata Nana.

 

dan juga memperebutkan efek elektoral Anies, di mana merupakan partai yang pertama kali mengusung, sedangkan basis pemilih lebih kuat dalam mendukung Anies. Elektabilitas sedikit lebih baik, mencapai 5,1 persen, sedangkan 4,7 persen.

Baca Juga  Warga Bogor Bersama Andika Rosadi

Demokrat yang berpindah koalisi dari semula mendukung Anies menjadi bagian dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) pengusung -Gibran harus puas dengan elektabilitas 5,0 persen. (Erwan)

Related articles

spot_img

Recent articles