30.6 C
Bogor

Lewat Bertani On Cloud Volume 245, Kementan Edukasi Petani Digital Marketing 

Published:

 

Bogor : Sebagai upaya meningkatkan informasi pemanfaatan teknologi digital bagi petani untuk memasarkan hasil pertanian, program Bertani On Cloud (BOC) volume 245 hadir dengan tema Digital marketing Ala Millenial. Kegiatan dilaksanakan Balai Besar Pelatihan manajemen dan Kepemimpinan Pertanian () secara virtual di Bogor, Kamis (14/12). Menghadirkan narasumber Nurul Ihsani, CEO PT. Sanirasa Pangan Indonesia, BOC Volume 245 berhasil menyedot ratusan partisipan terdiri dari , petani millenial, dosen, widyaiswara dan insan pertanian lainnya.

Membuka acara, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Muhammad Amin menilai tema Digital Marketing sangat tepat dan strategis menghadapi kemajuan teknologi media saat ini.

“Digitalisasi dalam pemasaran adalah langkah strategis untuk upaya promosi produk pertanian, agar mampu menjangkau khalayak lebih luas dengan efisien” kata Amin dalam sambutannya.

Sementara itu dalam paparannya Nurul menyampaikan memasarkan produk di media sosial sangat penting di era digital karena mampu menjangkau masyarakat luas dengan minim biaya. Dan untuk memulai digitalisasi dalam pengamatannya, ada dua hal yang membuat manusia bergerak, yakni sadar akan keadaan atau ketampar akan keadaan. Iapun meminta peserta untuk memilih.

Baca Juga  PENYULUH PERTANIAN SEBAGAI PEJUANG DAN GARDA TERDEPAN MENGHADAPI EL NINO 2023

“ Saya berharap, bapak ibu yang hadir disini adalah orang – orang yang sadar akan keadaan, ini penting untuk mulai digitalisasi di era sekarang ini, “ ucapnya.

Dalam memulai sebuah usaha menurut gadis kelahiran 19 Mei 21 tahun lalu ini, dibutuhkan keberanian dan untuk membesarkannya dibutuhkan ilmu. Dari pengalamannya selama menjadi pengusaha pemula seperti dirinya, ilmu sangatlah dibutuhkan sehingga Ia tak segan belajar dari manapun.

Melihat kondisi saat ini dimana masyarakat sudah terbiasa menggunakan smartphone, membuka media sosial, Ia berpendapat digital marketing merupakan langkah yang efektif untuk mempromosikan produk. Namun menurut owner Buynana Chips ini, sebelum menjual secara online perlu kiranya mempersiapkan produk berkualitas untuk keberlangsungan usaha jangka panjang. Jangan sampai produk laris diawal selanjutnya tidak laku karena kualitas tidak memenuhi harapan konsumen.

“ Kita harus mempersiapkan produk berkualitas, teruji bagus dan disukai oleh target kita, jangan sampai membuat mereka kesal, agar kontinuitasnya terjaga. Karena produknya enak, bagus maka orang akan beli lagi beli lagi, “ ucapnya.

Baca Juga  Kementan Ajak Pimpinan Pengawas Jadikan Citizen Sebagai Subjek Utama Pelayanan Publik

Young Ambassador YESS Programme Kementerian Pertanian inipun mengingatkan agar jangan segan untuk melakukan survey target market untuk menguji apakah produk benar – benar disukai sebelum melakukan jor – joran promosi agar tidak terjadi over budgeting untuk promosi. Kunci lain kata Nurul yaitu manfaatkan chanel media sosial untuk membranding produk. Dan yang jangan sampai terlupakan adalah mengedukasi customer.

“ Karena mereka customer kita belum pernah bertemu dengan kita, maka kita perlu mengedukasi mereka dengan cara membuat website untuk mempresent produk kita dengan memuat caption – caption menarik yang bisa memperjelas produk – produk kita, “ ujarnya.

Tidak kalah penting tutur Nurul terkait dengan konten. Konten bisa membuat akun berkembang sehingga akan membuat orang mengenal produk dan sebagai alat mencari pasar. Ia menyarankan untuk membuat konten yang like able, comment able, share able dan ditonton sampai habis. Sebagai catatan Iapun menekankan untuk membuat profil yang memikat, posting dengan tema konsisten, dapatkan follower sebanyak mungkin, hashtag, endorsement, foto caption dan promo kreatif.

Baca Juga  Panen Padi di Manokwari, Wamentan Dorong Jadi Lumbung Pangan Papua Barat

Untuk diketahui program Bertani On Cloud, adalah program pelatihan secara virtual guna meningkatkan kompetensi SDM di sektor pertanian baik itu tenaga penyuluh dan juga para petani. Program ini digagas Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian () Kementerian Pertanian pada masa pandemi Covid 19 tahun 2020. Dimana pada masa pandemi tersebut, peningkatan kompetensi melalui cara tatap muka sulit untuk dilakukan. Program ini mendapat sambutan luar biasa sehingga terus berlanjut hingga saat ini.

” Bertani On Cloud sebetulnya salah satu cara kita utamanya saat ini di dalam rangka meningkatkan kapasitas para petani, dan meningkatkan keterampilan para petani di dalam berusaha taninya, yang memerlukan sarana dan prasarana IT,” kata Dedi Nursyamsi Kepala .

Sebagai informasi acara lengkap Bertani On Cloud Volume 245 dapat disaksikan melalui kanal Youtube .(Restu/Regi).

Related articles

spot_img

Recent articles