30.6 C
Bogor

Dari Timur Indonesia Wamentan RI Ajak Generasi Muda Berperan dalam Pembangunan Pertanian

Published:

 

MANOKWARI – Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) berkomitmen terus memfasilitasi generasi milenial terjun menjadi petani dan wirausaha muda pertanian.

 

Dalam rangka kunjungan kerja di Papua Barat, Wakil (), Hasnul Qolbi menyambangi Politeknik Pertanian (Polbangtan) Manokwari. Pada kesempatan tersebut meminta agar generasi muda dapat mengambil peranan dalam pembangunan pertanian di Indonesia Timur.

 

Pihaknya optimistis, kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif akan mampu mengawal pembangunan pertanian cemerlang, Indonesia gemilang.

 

Menurut , sesuai arahan Presiden Republik Indonesia agar yang merupakan generasi penerus petani harus terus digaungkan.

 

Ia mengaku prihatin dengan data BPS jumlah petani terdapat dari 33,4 juta petani Indonesia tetapi hanya terdapat 2,7 juta generasi muda yang terlibat langsung dalam bidang pertanian.

Baca Juga  Hadir di Jawa Tengah, Presiden Ajak Petani,Penyuluh dan Babinsa Tingkatkan Produktivitas

 

“Jadi Polbangtan di Kementerian Pertanian hadir tentunya untuk terus mewujudkan regenerasi petani agar anak muda tertarik berkarir di bidang agriculture, bukan hanya on farm tapi off farm seperti harapan Presiden Jokowi sampai ke hilirisasi,” sebut .

 

Lebih lanjut, berharap pencapaian-pencapaian pemerintah dapat diimbangi dengan pengetahuan di bidang pertanian bagi generasi penerus bangsa.

 

Selain diikuti oleh ratusan mahasiswa,Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Polbangtan Manokwari juga dihadir penyuluh pertanian, petani P4S, DPA dan DPM yang ikut menyambut meriah kedatangan beserta rombongan (2/12/2023).

 

Hadir mendampingi , Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang mengharapoan peran mahasiswa untuk terlibat aktif dalam peningkatan produktivitas pertanian guna mencegah terjadinya krisis pangan.

Baca Juga  Peserta dari BSSN Menjadi yang Terbaik dalam PKN Tingkat II Angkatan XXV

 

“Krisis pangan tidak boleh terjadi di negara kita, solusinya kita harus genjot produktivitas sumber pangan kita,” ungkapnya

 

Dedi juga menghimbau agar kehadiran penyuluh dapat terus mendampingi petani untuk memastikan inovasi teknologi dapat dipahami dan diaplikasikan oleh petani, mulai dari pemanfaatan sarana dan prasarana pertanian hingga pemilihan bibit unggul yang bisa mendongkrak produksi.

Related articles

spot_img

Recent articles