30.6 C
Bogor

Mentan Amran Semangati Penyuluh Pertanian dan Petani Jawa Timur Pacu Produksi Padi dan Jagung

Published:

 

Kementerian Pertanian Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian () menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani Wilayah Jawa Timur. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan dukungannya penyuluh pertanian dan petani dalam peningkatan produksi di Jawa Timur.

 

“Saya dulu pernah jadi PPL (Penyuluh Petani Lapangan), jadi saya tahu bagaimana perasaan PPL,” kata Mentan Amran pada kegiatan Pembinaan Penyuluh Pertanian tersebut di Graha Sandiya Semen Gresik Tuban, Kamis (22/11).

 

Acara ini dihadiri oleh 2.500 peserta undangan yang terdiri dari penyuluh pertanian, anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), P4S, serta Petani Milenial Jawa Timur, anggota KTNA Provinsi Jawa Timur, Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI), dan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN).

 

Mentan Amran menyebutkan kehadiranya dalam pembinaan penyuluh tersebut untuk bertatap muka dengan para penyuluh dan petani guna memberikan motivasi agar bersemangat dalam meningkatkan produktivitas pangan dan menekan impor, terlebih menghadapi ancaman dampak yang begitu kuat saat ini yang berdampak langsung pada penurunan produksi. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa untuk menekan impor dan agar dapat berswasembada, maka bersama semua pihak fokus pada produksi untuk peningkatan produksi pangan khususnya tahun 2023-2024 ini.

Baca Juga  Mentan Amran Ajak Akademisi Perkuat Akselerasi Lahan Rawa Untuk Padi dan Jagung

 

“Penyuluh adalah pahlawan pangan dan garda terdepan swasembada pangan. Penyuluh jangan pernah mengeluh dan harus merubah mindset serta keluar dari zona nyaman kalau ingin berhasil,” sebutnya.

 

“Dulu kita pernah berswasembada, bahkan Indonesia pernah diberikan penghargaan oleh FAO karena berhasil swasembada dan sekarang saatnya kita harus melanjutkan,” imbuh Amran.

 

Mentan Amran berjanji akan mempermuda Penyuluh Pertanian dan Petani untuk membantu peningkatan produksi . Yang pertama, menghapuskan kartu tani untuk mempermudah petani memperoleh pupuk bersubsidi.

 

“Sekarang akses pupuk subsidi akan lebih mudah. Yang kedua, mulai tanggal 1 Desember nanti, BOP (Biaya Operasional Penyuluh) akan naik 200 ribu rupiah dan bisa naik lagi tahun depan jika hasil tanamnya baik,” ucapnya.

Baca Juga  Untung Gede, Kementan Latih Jutaan Petani dan Penyuluh Lakukan Hilirisasi Pertanian

 

Penyuluh dan para petani harus bergerak cepat mengambil bagian menjaga ketahanan pangan. Ingat, krisis pertanian akan menjadi krisis politik dan membuat pemerintah sulit berkembang, karena itu kita harus jaga bersama. Pangan adalah senjata kita dan kedepannya kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor dan kita harus ekspor,” sambung Amran.

Mentan Amran Semangati Penyuluh Pertanian dan Petani Jawa Timur Pacu Produksi

Kepala Badan Penyuluhan Dedi Nursyamsi menyatakan dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas di Jawa Timur serta untuk memotivasi para petani dan steakholder yang terkait, penyuluh pertanian merupakan garda terdepannya. Karena itu, penyuluh adalah kunci keberhasilan program pembangunan pertanian melalui peningkatan produksi untuk mencapai swasembada.

Baca Juga  Sejak Sekolah Berbasis Militer, Rafael Alun Ungkap Anaknya Over Pede

 

“Penyuluh harus mendampingi petani dalam mencapai peningkatan produktivitas dan produksi padi dan jagung. Melalui pertemuan ini diharapkan para petani dan penyuluh pertanian dapat berkolaborasi dilapangan untuk mengenjot produksi dan produktivitas pertanian khususnya padi dan jagung untuk meraih kembali swasembada pangan,” sebutnya.

 

“Hari ini saya mewakilkan penyuluh pertanian dan petani, keinginan kami untuk menyukseskan program pertanian untuk meningkatkan produksi padi dan jagung, terutama di Jawa Timur,” pinta Dedi. (Cay)

Related articles

spot_img

Recent articles